Tempat Ramai, Awasi Anak


image

Musim libur lebaran, identik dengan rekreasi dan belanja.
Anak-anak umumnya suka diajak jalan-jalan dan tak jarang permintaan anak, baik plesiran, jajan, mainan maupun busana, meningkat dibanding hari biasa.
Bagi orang tua kadang sulit membendung keinginan anak, memberi pengertian sebagai alasan melarang sulit diterima. Ya paling tidak sebagai orang tua jangan ketularan anaknya. Ikut-ikutan jor-joran konsumtif.
Di tempat ramai kadang kita lalai demikian juga anak-anak, karena fokus melihat keramaian, mainan, busana dan memikirkan yang diinginkan tidak memperdulikan langkah kakinya, akhirnya terpisah dengan orang tua atau rombongannya.

image

Foto drone bukber Jokowi di BGK

Kemarin, Rabu 03 Syawal 1435 H, saya mengajak keluarga untuk membeli sepatu sekolah di salah satu pusat perbelanjaan Karawang. Saat jalan beriringan, saya paling belakang, tiba-tiba anak saya belok menyelisihi ibunya, dia justeru nempel sama ibu-ibu yang lewat di depannya, saya panggil pun enggan berbalik ke saya, dia baru sadar saat melihat sosok ibunya di arah lain, lalu menengok ke atas, ternyata perempuan yang dia tempel bukan ibunya, barulah dia tergopoh menghampiriku.
Lucu, saya menertawakannya sampai anak saya marah-marah karena ledekan saya.

image

Barangkali ini penyebab umum seringnya anak terpisah dari orang tua di keramaian. Maka waspadalah, jangan sampai anak anda terlepas dari pebgawasan. Selamat berlibur, selamat bermacet ria bagi yang sedang berjuang bersama arus balik, semoga anda senantiasa dalam lindungan-Nya. Amin, mohon maaf lahir batin.(tri)

Posted from WordPress for Android Wonder Roti Jahe

Riding Malam, Knalpot Bobokan Lebih Aman


Knalpot bobokan, sebagian wilayah di jawa menyebutnya knalpot blombong, adalah sebutan lain bagi knalpot ‘racing’.
Suara yang dihasilkan oleh knalpot model ini cenderung keras, bahkan beberapa memekakan telinga, karena suaranya melebihi batasan desibel yang nyaman didengar. Tanpa db killer tentunya.

image

Knalpot original pulsar terlalu silent

Judul di atas adalah anggapan saya setelah beberapa hari pergi pulang Jakarta-Karawang. Jalanan di libur lebaran pasca ‘era’ pemudik telah lewat, cukup lengang. Jalanan lega dan menggoda untuk high speed riding. Baca lebih lanjut

Korban Jalur mudik


image

Syeh Quro Karawang, Sabtu siang, 28 Ramadan 1435H, macet total

Mudik atau pulang kampung jelang lebaran Idul Fitri merupakan agenda tahunan, bertemu keluarga, berkumpul setelah setahun berpisah menjadi semangat tersendiri bagi para pemudik. Tradisi, ya ada yang menyebut demikian. Sehingga bagi orang yang kontra dengan tradisi tersebut tidak melakukan pulang kampung halaman saat lebaran melainkan memilih hari lain. 

Sebagian masyarakat, mudik dilakukan karena inilah waktu yang tepat untuk berkumpul seluruh keluarga. Pemerintah dan sebagian perusahaan memfasilitasi dengan menetapkan libur lebaran cukup panjang, demikian juga dengan anak sekolah, libur lebaran sudah ada dalam jadwal kurikulum (cmiiw), hal inilah yang menjadi alasan sebagian masyarakat melakukan pulang kampung, mengendarai berbagai kendaraan, baik umum maupun pribadi, meski berbagai resiko karena membludaknya pengguna jalan, kurang dihiraukan.
Baca lebih lanjut

Cikarang Barat Lewat Tengah Malam Siomay Habis


Bakda Maghrib langit Jakarta Utara memerah, sepertinya awan penuh titik hujan sedang turun bersiap menunaikan tugasnya menghijaukan rerumputan dan menghapus debu Jalanan. Mengobati dahaga segenap makhluq-Nya.
Benar saja, jelang Isya langit menangis. Bagai menitikan air duka atas manusia yang saling cerca di sosial media. Titiknya mendamaikan bagi saya. Menghapus nestapa karena angkara.
Seperti kemarin, malam ini pun saya berniat pulang ke Karawang (dari tempat kerja) ke rumah orang tua. Baca lebih lanjut

Rekreasi (dadakan) Jalur Mudik


image

Macet total Kali Malang Tambun, Kamis 24 Juli 2014 pukul 21.19

Pukul 17.00 lewat dikit, sore tadi saya bertolak dari tempat nguli saya di pinggir Jakarta Utara menuju tempat tinggal di Bekasi Utara.
Satu botol teh manis panas sudah saya siapkan guna bekal di perjalanan. Mengingat lalu lintas Jakarta kadang tidak terduga. Kerap macet yang mengakibatkan perjalanan menjadi lebih lama dari seharusnya. Jika lalin lancar, jarak 30 kilometer dari tempat nguli ke rumah bisa ditempuh dalam tempo sekira 40 menit, tapi pernah sekali saya tempuh selama 4 jama dengan 2 kali istirahat.
Dugaan saya benar, Jalan Bekasi Raya lalin padat, sebagian penghuna jalan nampak membawa muatan yang tidak sewajarnya. Mudik, pasti pada mau mudik, pikir saya.
Sampai Ujung Menteng azan Magrib berkumandang, seger saya menepikan sepeda motor si Jalitheng, buka perbekalan demi membatalkan puasa, berbuka berteman debu jalanan dan beberapa pemudik yang juga ingin membatalkan puasa. Baca lebih lanjut

Pisang & Keselamatan di Jalan


Sore jelang berbuka, sekira jam 17.30 waktu Karawang. Ya, saya sedang berada di Karawang, sekitar 4 km utara jalan utama Telaga Sari, jalan yang merupakan jalur mudik alternatif (khususnya pemotor) dari Karawang (Pasar Johar, Lamaran, Teluk Jambe) hingga Cikalong (timur Cikampek). Semalam atau tepatnya tadi pagi sekira jam 01.00 saya melewati jalur alternatif ini, naik mobil dijemput kakak saya, nampak pemudik dengan sepeda motor masih melaju, padahal hujan mendera Karawang pagi buta itu. Tak lepas mata saya melihat sepasang suami isteri dengan balita di tengahnya, tanpa jas hujan, mengendarai sepeda motor sport 150cc. Miris, beberapa kali saya berkata lirih, “bro minggir dulu lah, berteduh, kasihan anakmu” meski si pemudik tidak mendengar, beberapa detik kemudian mereka ternyata minggir, berhenti mencari tempat berteduh.
Kembali ke aktifitas saya sore tadi, jelang berbuka, saya teringat makanan pokok anak saya si bontot sudah habis. Pisang. Ya si bontot baru berumur 9 bulan, saya awalnya iseng menyuapi pisang yang sedang saya makan, ternyata dia doyan, akhirnya semenjak Ramadan ini, saya selalu menstok pisang, khususnya buat anak saya. Efek pisang pada si bontot amat nampak, badan makin berisi, berat badan naik signifikan dalam kurun setengah bulan. Pisang yang saya pilih adalah yang memiliki daging buah lembut dan mudah dikunyah meski anaku belum punya gigi. Sebut saja merk SOMPRETD :D Baca lebih lanjut

Spyshot : Kekejaman Marketing


In My Humble Opinion (IMHO)

komentar di blog bonsaibiker.com

komentar di blog bonsaibiker.com

Pada artikel sebelumnya saya sedikit mengulas Spyshot Yamaha YZF-R25 yang saya kaitkan dengan jurus marketing. Ya begitulah adanya. Spyshot produk baru (khususnya produk otomotif) memang menjadi trend semenjak era web 2.0. Eh Web 2.0 apa si? Berikut petikan dari Wikipedia :

Web 2.0, adalah sebuah istilah yang dicetuskan pertama kali oleh O’Reilly Media pada tahun 2003, dan dipopulerkan pada konferensi web 2.0 pertama pada tahun 2004, merujuk pada generasi yang dirasakan sebagai generasi kedua layanan berbasis web—seperti situs jaringan sosial, wiki, perangkat komunikasi, dan folksonomi—yang menekankan pada kolaborasi online dan berbagi antar pengguna. O’Reilly Media, dengan kolaborasinya bersama MediaLive International, menggunakan istilah ini sebagai judul untuk sejumlah seri konferensi, dan sejak 2004 beberapa pengembang dan pemasar telah mengadopsi ungkapan ini.

Web 2.0 adalah sebuah revolusi bisnis di dalam industri komputer yang terjadi akibat pergerakan ke internet sebagai platform, dan suatu usaha untuk mengerti aturan-aturan agar sukses di platform tersebut. 

Nah jadi semenjak kemudahan akses internet, spyshot menjadi salah satu teknik dalam marketing produk otomotif. Mengapa saya beranggapan demikian? (blogger dan wartawan selanjutnya disebut pewarta) Baca lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.379 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: