Jawal dan Remaja Masa Kini


Anak-anak remaja dari dulu suka berbuat sekehendaknya. Hanya saja dulu mungkin tidak separah sekarang. Badung, bandel dan membantah, melawan orang tua.
Meski tahu bahwa dia salah dan nasihat orang tua itu baik dan benar, tetapi ego anak muda kerap lebih menguasai, sehingga mengedepankan emosi daripada akal sehat.
Di Banyumas, anak yang suka membantah orang tua disebut jawal. Baca lebih lanjut

Sensasi ‘Ngangkot’ Samping Supir


image

Ngangkot alias naik angkot, adalah rutinitas pagi dan malam semenjak saya tinggal di Kota Patriot, Bekasi. Angkot menuju dan dari Stasiun Bekasi (Bulan-Bulan).
Sebenarnya saya jarang sekali naik angkot di depan alias samping supir, lebih memilih di belakang atau dalam. Sekali di depan dan saya tidak akan mengulangi. Jika di depan kerap deg-degan karena si supir serampangan dalam mengendarai armadanya. Memang tidak semua, tapi kebanyakan sama, kejar setoran, alasannya.
Baca lebih lanjut

Suluh dan Kisah Klasik bersamanya


Masa kecil, masa yang tidak mungkin terulang. Tinggal kenangan yang terkadang membuat tertawa kala merenunginya. Konyol menggemaskan.
Ada yang pernah main mobil-mobilan pakai kulit jeruk Bali? Kalo masa kecil saya tidak kenal jeruk bali, maka menggunakan kulit/sabut kelapa yang disebut tepes.
Roda pakai sendal bekas yang dipotong bundar. Sendal Daimatu atau swallow. Baca lebih lanjut

Enyong bukan Inyong


Saya atau aku dalam bahasa #banyumasan adalah enyong. Walaupun kata aku juga berlaku dalam pergaulan sehari-hari tapi jarang dipakai karena kurang membumi, atau dipakai oleh mereka yang mulai bergeser dialeknya akibat pergaulan perantauan.
Enyong bukan inyong. Kadang orang di luar Banyumas akan meledek orang Banyumas dengan kata inyong, Baca lebih lanjut

Mejujag dan Penjorangan


Ampun saru kalih tiang sepah nggih!

Ungkapan berupa nasehat dengan bahasa Jawa Krama (kromo), agar sopan terhadap orang tua, termasuk di dalamnya orang yang lebih tua. Siapapun mereka.
Berlaku tidak sopan terhadap orang yang selayaknya dihormati, dalam bahasa #banyumasan disebut mejujag.
Contoh kentut di depan orang tua atau lewat tanpa permisi. Orang yang melihat hal tersebut akan mengatakan “mejujag kowe cah!” Baca lebih lanjut

Keséd, Mblejud akhirnya Nunggak


Rajin belajar bagi siswa sekolah itu wajib. Jika malas belajar bisa jadi tidak naik kelas alias tinggal kelas. Atau tidak lulus sekolah, karena malu biasanya ya pindah sekolah.
Malas belajar dalam bahasa Banyumas disebut mblejud alias keséd sinau. Keséd memiliki arti sama dengan mblejud cuma berbeda pada tingkatan bahasa. Baca lebih lanjut

Gembéléng dan Ngaksi, Peténténgan


Gembeleng (‘e’ kedua dan ketiga dieja é seperti menyebut unggas bebek) sebenarnya memiliki arti yang mirip dengan kementhus, hanya saja penggunaan kata gembeleng lebih spesifik.
Ungkapan gembeleng terjadi pada kejadian/kelakuan saat terjadi saja.
Gembeleng merupakan kata sifat, berubah menjadi kata kerja dengan akhiran -an menjadi gembelengan. Baca lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.413 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: