Audio Mixer ( belajar audio 1)


kadang sok pinter

Perkenalan dengan salah satu duniaku, yaitu Sound System. Mari belajar bareng, mungkin agak membosankan… apalagi yang otomotife 2 roda.. maaf kalo ga nyambung… tp bisa disambung kok…

baik pelajaran pertama Audio mixer…

Agar materi yang disampaikan lebih mudah dicerna kita tanya om Wiki aja….

Dalam dunia Audio profesional, sebuah mixing console, apakah itu analog maupun digital, atau juga disebut soundboard / mixing desk (papan suara) adalah sebuah peralatan elektronik yang berfungsi memadukan (lebih populer dengan istilah “mixing”), pengaturan jalur (routing) dan merubah level, serta harmonisasi dinamis dari sinyal audio. Siynal – sinyal yang telah dirubah dan diatur kemudian dikuatkan oleh penguat akhir atau power amplifier.
Audio mixer secara luas digunakan dalam berbagai keperluan, termasuk studio rekaman, sistem panggilan publik (public address), sistem penguatan bunyi, dunia penyiaran baik radio maupun televisi, dan juga pasca produksi pembuatan film. Suatu contoh yang penerapan sederhana, dalam suatu pertunjukan musik misalnya, sangatlah tidak efisien jika kita menggunakan masing masing amplifier untuk menguatkan setiap bagian baik suara vokal penyanyi dan alat alat musik yang dimainkan oleh band pengiringnya. Disini Audio mixer akan menjadi bagian penting sebagai titik pengumpul dari masing masing mikropon yang terpasang, mengatur besarnya level suara sehingga keseimbangan level bunyi baik dari vokal maupun musik akan dapat dicapai sebelum diperkuat oleh amplifier.
Mixer adalah salah satu perangkat paling populer setelah microphone. Kita lebih mengenalnya dengan sebutan mixer, mungkin kebanyakan kita menyebutnya demikian karena fungsinya yang memang mencampur segala suara yang masuk, kemudian men-seimbangkannya, menjadikannya dua (L-R kalau stereo, dan satu kalau mono), kemudian mengirimkannya ke cross-over baru ke power amplifier dan akhirnya ke speaker.
Mixing console menerima berbagai sumber suara. Bisa dari microphone, alat musik, CD player, tape deck, atau DAT. Dari sini dengan mudah dapat dilakukan pengaturan level masukan dan keluaran mulai dari yang sangat lembut sampai keras. Kalau kita misalkan sebuah system audio iu umpamakan sebagai tubuh manusia, snake cable bisa kita umpamakan sebagai system syaraf, dan mixing console sebagai jantungnya. Bila terjadi suatu masalah dengannya, berarti system tersebut sedang dalam masalah besar. Salah satu syarat terpenting dalam mixing console yang baik adalah mempunyai input gain yang baik, pengaturan eq yang juga baik. Maka dengan demikian akan dapat dilakukan pengaturan yang lebih sempurna dan optimal terhadap setiap input microphone, atau apapun yang menjadi sumber suaranya. Ada banyak tipikal pengaturan yang terdapat dalam sebuah mixing console.

Menu Umum Pada Mixer

Gain

Disebut juga input level atau trim, biasa terdapat pada urutan paling atas dari setiap channel mixing console. Fungsinya adalah untuk menentukan seberapa sensitive input yang kita inginkan diterima oleh console. Apakah berupa signal mic atau berupa signal line (keyboard, tape deck, dll). Tombol ini akan sangat membantu untuk mengatur signal yang akan masuk ke console. Bila signal lemah, maka dapat dilakukan penambahan, bila terlalu kuat dapat dikurangi.

Contoh : untuk penyanyi yang suaranya lemah atau tidak meiliki power yang baik, diperlukan penambahan gain yang lebih. Sedangkan untuk gebukan kick drum, mungkin dilakukan dengan sedikit penambahan. Ini dilakukan agar menjaga setiap input yang masuk ke mixer tetap optimal. Input gain yang terlalu besar akan menyebabkan distorsi, sedangkan kalau terlalu lemah akan membutuhkan penambahan yang bila berlebihan akan menyebabkan noise.

Jadi input gain stage adalah hal yang paling penting dan kritis, karena dari sinilah semua suara yang berkualitas dimulai. Makanya usahakanlah untuk menjaga agar setiap input tetap clean dan clear sebisa mungkin. Sebab noise dan distorsi yang diakibatkan dalam poin ini akan mengalir terus ke seluruh system dan membuat seluruhnya jadi terganggu. Bila ternyata input gain sangat besar atau bahkan terlalu besar sehigga setelah dikurangi juga masih saja terlalu kuat, maka untuk itu terdapat switch PAD pada console yang fungsinya adalah untuk menurunkan gain input signal mulai –20 sampai –30 db.

EQ pada channel

Pada setiap channel di mixing console selalu terdapat Equalizer Section. Fungsinya yaitu sebagai pengatur tone untuk me-modifikasi suara yang masuk pada channel tersebut. Umumnya sound engineer melakukan perubahan sound melalui EQ bertujuan dua :

  1. untuk merubah sound instrument menjadi sound yang lebih disukai
  2. untuk mengatasi frekuensi dari input yang bermasalah, misalnya feedback, dengung, overtune, dll.

Pengaturan yang sangat mendasar dari EQ adalah berupa Low dan Hi, kemudian penambahan dan pengurangan (boost/cut). Atau ada juga yang lebih kompleks dengan 4 jalur dengan fungsi yang full parametric. Namun tak perduli seperti apa tipe EQ yang terdapat dalam console, karena tetap dalam tujuan yang sama untuk membantu menemukan sound yang terbaik.

EQ yang fix

Yang dimaksud fix diatas adalah pada EQ tersebut tidak memiliki tombol untuk mmilih frekuensi yang akan disetting. Karena frekuensi yang akan “dikerjai” telah ditetapkan dari pabrik. Pembagian frekuensi pada EQ jenis ini mirip denga pembagian yang terdapat pada crossover, hanya terdiri atas :

  • Low, dan hi-pada EQ 2way
  • Low, Mid dan Hi-pada EQ 3way
  • Low, Low Mid, Hi mid dan Hi-pada EQ 4 way

Memutar tombol boost/cut akan memberi pengaruh sampai 12 atau 15 db tergantung mixing console apa yang anda gunakan. Keuntungan EQ yang fix adalah :

  • Harga yang relatif ekonomis,
  • Terhindar dari kesalahan pmilihanfrekuensi yang akan disetting, kesalahan seperti ini bisa disebabkan oleh sound engineer (penata suara) yang kurang berpengalam.
  • keuntungan yang terakhir adalah hemat waktu dalam pen-settingan.

Namun ada juga kekurangannya seperti kita tidak dapat memilih frekuensi khusus yang kita inginkan karena semua frekuensi telah ditetapkan dari pabriknya.

Sweepable EQ

Biasa disebut Quasi Parametric atau Semi Parametric (bukan full parametric-karena tanpa pengatur bandwitch). Pada EQ yang full parametric kita dapat melakukan pengaturan untuk setiap parameternya. Apakah itu parameter frekuensi, bandwitch, ataupun parameter level. EQ tipe ini mempunyai kemampuan set-up yang sangat fleksibel, dan biasanya menyediakan pengontrolan mid-range dengan system EQ-3 atau 4 jalur.

Cara kerja : 

  1. Lakukan pemutaran pada tombol freq untuk memilih freq yang akan diatur.
  2. Putar tombol boost/cut untuk penambahan atau pengurangan pada frekuensi yang kita pilih tadi. Misalnya untuk mengatur frekuensi low mid pada drum.
  3. Biarkan frekuensi lain tetap pada sound flat.
  4. Putar tombol boost/cut sampai habis ke kiri, atau pada posisi kira-kira jam 7.
  5. Putar tombol frekuensi sampai sound yang terdengar boomy tadi terdengar hilang.
  6. Setelah frekuensi yang dicari ketemu, lakukan pengaturan lagi pada tombol boost/cut. Karena melakukan pemotongan yang terlalu ekstrm pada frekuensi low mid bisa mengakibatkan sound yang terdengar “kosong”.

Kita juga dapat melakukan pengaturan untuk vokal pada frekuensi 3,5KHz saja tanpa mempengaruhi keseluruhan frekuensi Hi Mid lainnya. Mixing console dengan pengaturan mid tunggal biasanya bisa dibeli dengan harga yang lebih ekonomis, sementara mixing console versi lain yang dilengkapi dengan pengaturan Low Mid dan Hi Mid agak lebih mahal.

Ada juga model pengaturan Eq dengan tombol Mid yang sebenarnya sama saja dengan tipe sebelumnya. Hanya saja tombol pemilih frekuensi dan tombol cut/boost berada dalam satu tempat. Untuk frekuensi diatur oleh tombol yang sebelah luar, sedang untuk boost atau cut dilakukan oleh tombol sebelah dalam. Tipe ini juga sering terdapat pada mixing console yang full parametric Eq dengan system 4 way. Desain seperti ini dilakukan oleh pabrik pembuatnya karena alasan menghemat tempat. Desain sebuah mixing console juga merupakan suatu hal yang penting dan menentukan.

Pengaturan lainnya pada channel

48v Phantom

Ada beberapa tipe microphone yang salah satunya adalah merupakan mic condeser, mic jenis ini butuh tenaga tambahan untuk membuatnya bekerja. Untuk itulah tombol 48v phantom berfungsi yang bila diaktifkan akan mengirim 48v DV ke microphone sebagai penyuplai tenaga, atau juga ke DI Box aktif. Perhatikanlah baik-baik, karena pada beberapa mixing console tidak terdapat switch phantom secara individual, melainkan hanya terdapat satu tombol saja untuk mengaktifkan phantom bagi seluruh channel, maka periksalah terlebih dahulu, bila semua kabel yang terkonek ke konsole adalah merupakan input balance, ini tidak akan menimbulkan masalah. Tetapi bila salah satu atau beberapa diantaranya merupakan tidak balance, maka ini akan menimbulkan masalah.

PAD

Seperti yang telah diterangkan sebelumnya, tombol ini berfungsi untuk mengurangi gain input dari 20 samapi 30db. Tombol ini bukan merupakan tombol putar yang bisa diatur pengurangannya, melainkan tombol tekan. Bila tombol PAD ditekan gain input akan berkurang antara 20 sampai 30db tergantung mixer (baca:manual booknya). Dan bila anda kurang teliti, ini akan menyebabkan mic jadi tidak terdengar karena pengurangan tersebut. Jadi tombol PAD diperlukan hanya untuk signal yang overload. Dan itupun bila setelah dikurangi pada tombol gain ternyata masih tetap terlalu kuat.

Karena artikel ini terlalu panjang maka penjelasan fungsi menu pada mixer yang lain akan di terbitkan pada artikel menyusul….

About these ads

75 Tanggapan

  1. puyeeeeeng…

    esuk esuk golek sarapan..

  2. Waahhhh…
    Gak sido pertamax nih aq :(

  3. wah lengkap kang, scroll up down mbacanya, mixer punya log zhelebour apa ya kang, pernah mampir di bjn acara jamrud, muantap banget soundnya

    • Mixernya Log Zhelebour adalah Midas
      Sound Engineer-nya Toni Subarkah… cmiiw
      untuk Log Sound memang menggunakan
      speaker impor semua…NEXO cmiiw
      Kecil ukurannya, kenceng suaranya, tapi plg
      suka ndengerin suara sub-woofernya
      Do’i (mr. Log) memang sengaja bikin sound
      eksklusif yg tdk sembarangan bisa nyewa.

      Sering dipaké di Malang kalo Log bikin iven :)

  4. @mas Bro Triyanto
    Aq gak bosen…wong sik pingin iso… :D
    Sip sakjané artikêl’é. Sayang kedawan…
    Kok nggak digawé berseri dengan pembahasan
    lebih detail aé…supoyo iso gaé referensi sing
    gampang…

    xixixi

    nduwur déwé iku mixer Soundcraft tah???

    btw,
    knalpot di EQ supoyo suarané cék mantep
    iso nggak yooo… buahahahahahahaha

  5. mixer di laboratorium radioku aja kecil… hmmm

    belajarnya aja kadang-kadang

  6. @ocho99®: puyeng…coba diinumin obat merah
    @pak Dar : dah dijawab ma ahlinya
    @bro Dani : thanx infonya, aku nonton logs saat Dia ngimport SKIDROW, sound mantep, lightingnya yg aku perhatiin kurang pas wakttu itu…
    @ableh : ak…ak… Snalpot nganggo EQ recomended tuh, ntar pesen ma AHRS or Yosihmura biar bisa diadjust ik..ik..
    makasih masukannya, nanti artikel ta sunting dan dipotong berseri. Iku allen n heth.

    • SKIDROW…
      Lhooo…brarti sampéan datang ke Lap. Rampal
      Malang pas nonton itu ya??? Ato pas di kota
      lain??? :)

  7. wah ada ahlinya nih.. :)

    mohon saran mas..

    ane sekarang pakai software ofek gitar bernama Guitar Rig, koneksinya sangat sederhana..

    dari gitar colok jack kabel ke line microphone di soundcard lalu keluar dari line speaker.

    nah, pada saat memainkan gitar kok kadang ane kesetrum ya? plus suara sering noise..bagaimana solusinya?

    ada yang bilang ane harus pakai jack mono, jangan yang stereo..apakah betul begitu..?

    mohon tips dan ilmunya..

    suwun..

  8. @bro dani : skidrow di ancol, gratisan dr bos
    @om ben : kalo kesetrum mungkin perlu grounding untuk amplie guitar, krn jala2 listrik kadang ga pakai ground/arde, yg baik jaringan listrik itu 3 kabel ke seluruh titik listrik rumah terutama stop kontak/colokan dan stecker/jek coloknya (coba tarik kabel dr body amplie ke tanah), saya jg biasanya pakai jack mono utk gitar. Kalo noise mungkin ada koneksi yg kurang sempurna/ngefong. (CMIIW)

    • ane pakai efek gitar yang terinstall di PC..berarti dari PC tsb harus ada grounding ya?
      apakah cukup hanya pakai kabel yang diselotip ke lantai/tembok…biar gak kesetrum nih… :)

  9. @om Ben saya belum nyoba pakai pc. tp mungkin body pc perlu grounding. bagusnya ke tanah om tp coba pakai paku ke tembok

  10. Walah, huramudeng kang, Inyong ngertine kur Frutilup, guitar pro DKK :mrgreen:

  11. @shu: nyong ya esih blajaran kang…

  12. dari dulu saya juga penasaran ini.. wong arep nyetel lagu ae kok akeh sing dipencet… hehe

  13. @mas Triyanto
    Bro, sampéan kalo pas nangani live
    pernah ng-récord nggak???
    Paké software apa???

  14. ijin share di blog’ku ya Gan..

  15. ijin sharing gan….

  16. mas toling kasih penjelasan lagi dunk + gambar nya biar lebih mudah di cernah…. hihihiihih nice \m/

  17. AKU PEMULA AUDIO NII ..
    PENGEN BELAJAR MEMBUAT AUDIO ALIAS PENGEN BUKA PERSEWAAN ALAT MUSIK ..
    TAPI AKU BINGUNG DIMANA AKU MAU BELAJAR
    .
    TO MALANG AJA .

  18. mas kalau BI.Amp itu apa y?

  19. thanks atas ilmunya !!!!
    ane soundman baru Masjid nasional al akbar surabaya, dlu ga pernah pegang sound sblumnya,
    masih bingung carany ngatasi eco ma ruanganx padahal uk 55 x 55 x m2. smua sound systemny di suplay dari ramsa smua. ORI made in JAPAN. oh ya cara belajar sound gimana ane masih bingung jg ma pengaturan EQ, ga faham ma masing2 frekuensinya. pliz replaynya ya gan.

    • hilangankan fungsi echo dari peralatan yg ada krn gedung cenderung bergema. lebih baik suara speaker kecil tapi menyeluruh atau antara kanan dan kiri ada speaker dengan volume rendah sekedar menyambung suara LR agar tidak terjadi gema. usahakan speaker menghadap tidak salaing berhadapan/beradu. sebenarnya untuk gedung lebih baik pakai sealing yapi jika terlanjur mengaplikasi coloumn/box Ramsa yg setahuku cenderung suaranya dominan low maka kecilkan frekuensi low dari mixer. kuncinya suara tidak harus kenceng (untuk mesjid bukan konser) tapi merata dan bermain di midle frekuensi karena pemakaian dominan buat vokal. kurangi frwkuensi low dan high sedang midle freq bikin flat saja.
      maaf ini sepengetahuanku dan saya agak sulit menjelaskan detil kalo tidak melihat langsung kondisi ruangan dan peralatan yg ada.
      makasih atensinya

      • kpan gan main2 k surabaya, entar mampir y kmasjid ane, skalian ane praktek !!!
        gan buka kursus soundman g d surabaya !!!
        maaf gan !!!
        klo kira kira2 ngundang panjenengan, trus training ane brp duit gan ???
        syukur2 klo panjenengan mw niatin sodaqoh !!!
        gratis gtu ^.^” !
        thanks gan atas replaynya !!

        • Saya berharap bisa sodaqoh satu waktu nanti. Amin. Sementara ini saya hanya kuli Mas bukan juragan :D .
          Coba saja pelan pelan mas , lama lama juga ketemu celah atau setelan yg pas.

  20. gan ane mw tnya lagi !!!
    gmn carany insert ???
    yg d insert apaan ???
    konfigurasi jackny gmn ???
    mixer ane soundcraft MFXi20 gak da insertny,, namany lain tha ???
    sukron gan !!!
    ane tunggu replayny ???

  21. insert adalah lobang tersendiri biasanya di bawah lobang line input tiap canal input mixer atau satu lobang untuk mixer kecil. fungsinya untuk menmbahkan efex atau equalizer yang yerpisah agar hasil suara lebih baik/maksimal.
    jika satu lobang dalam satu mixer berarti itu berfungsi buat semua canal yang ada. jika ada di tiap canal berarti bisa di set untuk canal yg di inginkan saja.
    jika tidak ada lobang insert mungkin ada lobang “send n return” atau sendiri2 “send” dan “return”
    Send untuk “out” ke “input” efex/equalizer , return untuk “input” dari “out” efex/equalizer.
    jika cuma ada satu lobang “send n return” berarti menggunakan konfigurasi jack “plug/xlr” stereo, dimana pin 1″masa” pin 2 “out send mixer” dan pin 3 “input return mixer” jadi pin 1 masa di sambung 2 kabel menuju masa (pin bernomor 1) dari 2 jek in dan out efex/eqwalizer. pin 2 (jek send n return mixer) ke pin 2 jek input efex/eqwa. pin 3 (send n return) ke jek out pin 2 efex. biasanya jek pada efex/eqwa pakai jek canon/akay yg memilik 3 pin. jadi pin 3 disambung ke masa (pin 1)
    mohon maaf, bisa jadi konfigurasi saya salah mas. saya akan cek lg, sudah lama saya tidak memakai send return.
    jika dalam mixer tidak ada lobang insert maupun send return biasanya dalam mixer tersebut sudah ada eqwalizer atau bisa juga out dari mixer masuk eqwalizer, out eqwa ke power amplie dst..

  22. mas triyanto, aku mo tanya nih, Jadi gini berhubung komputerku udah di jual, skarang aku punya ide nyleneh, aku pengen ngrekam lagu pakai hp, hp yang ku pakai nokia e71 dengan aplikasi perekam Alon mp3 dictaphone karna format hasil rekaman nya mp3 udah lumayan bersih suaranya, nah aku pengen ngrekam lagunya dari gitar ke preamp simulator =>> mini mixer. trus dari hp satunya lagi buat muter track drum ke =>> mini mixer juga, baru dari mini mixer ke =>> ampli speaker aktif. untuk ngisi track gitar nya. Nah kalo dari speaker aktif di todong hp buat rekam nya banyak suara2 luar pada masuk, aku pengen nya dari speaker aktif langsung colok ke hp(perekam nya) pake kabel, yang jadi pertanyaan gimana caranya membuat rangkaian headphone/cara biar output speakernya nya gak gede biar gak ngerusak hp, dengan kita jg bisa mengontrol suaranya melalui headphone yang di pasang di kuping,, makasih sebelum nya atas semua jawaban & saran2nya,

  23. mas bro, merk mixer yg paling bgus apa ?
    yamaha / behringer ?

  24. mas bro, pungsi audio digitar revebration itu apa

  25. Mas Triyanto, aku wong Sumpiuh kiye,,,, arep takon. Nek mikrophone biasa (murahan) sing colokane kaya jack gitar bisa ora dinggo nang mixer sing inpute canon. aring line ora muni. nek bisa kabele piwe nyambunge. Suwun

  26. asalam mualaikum wr.wb
    mau tanya tentang audio ni. saya mau buat amlifiwer kecil-kecilan untuk 2 buah speker acr 15″. bahan yang sudah ada, trafo 20A era, transistor sanken dua pasang. yang mau saya tanyakan kit power ap yg cocok? elco harus yang berapa uf dan berapa biji? apa aja yang masih kurang agar bisa mengluarkan bas yang menghentak di dada?

    • Mohon maaf saya kurang paham merakit rangkaian elwktronik.
      Utk masa sekarang besarnya komponen tdk selalu berarti besarnya power, baik bass/low, vokal/midle dan treble/high. Krn power amplie (PA) saat ini mengaplikasi micro komponen dan computerise.
      Jika ingin membuat PA sendiri mulai dari lay out PCB dst akan memakan biaya dan waktu yg banyak. Tapi jika hobi bisa mulai dr yg power kecil misal pemakaian OCL atau IC yg sudah disesuaikan dengan pcb terlayout. Dr situ mungkin bisa dipelajari perbandingan besar komponen. Maaf jawaban tdk memuaskan
      Terimakasih atensinya

  27. wah elokk lek,,, saiki mainane digital :D

  28. siang master…..curi ilmu plus minta ilmu….

    master ….q minta skema mixer serta echonya

    salam elektro dari pati

    • Mksude pripun ? Skema mixer dan echo yg seperti apa ? Echo kan bagian dr efex, atau reverb. Di sebagian mixer terkini ada yg include efex ini, biasanya ada switch push on dng berbagai pilihan misal reverb hall dsb.. Dng mengaktifkan Reverb hall maka suara yg keluar akan bergema layaknya di gedung, ada level utk menyesuaikan kebutuhan. Bisa juga berupa potensio (baik geser maupun putar)

  29. pak mau tanya berapa ngangkt tribel mid frek low frek sub low buat bas dram,tam dll sama kendang koplo dan klasik

    • Maaf saya kurang paham dng pertanyaannya.
      Jika yg dimaksud volume potensio masing-masing frequensi yg terdapat di mixer tinggal sesuaikan saja dng pendengaran, kalo ragu dibuat flat saja yaitu volume arah jam 12.
      Bisa jg utk bas drum (biasanya disebut kick) cenderung mid low ke sublow mungkin perlu ditambah mungkin arah jam 2, sedang yg lain jam 12,
      Utk kendang cenderung mid low ke mid high yg perlu ditambah.
      Maaf jika kurang memuaskan

  30. maaf gann sebelum nya saya di sini pemula nihh masih duduk di bangku SMA hehe tpi saya mulai suka audio system gtu,di pesantren saya setiap ada acara kan di aula nah kita make system delay tuh…
    saya minta penjelasan ny dong gann system delay tuh sbnr ny gmn ? saya gk mw skedar tau delay doang ! tpi pngn lbh rinci lgi gtu… haha

    salam audioman

    • Delay dalam audio sepengetahuan saya adalah waktu yang ditempuh oleh sumber suara sampai ke telinga pendengar. Karena jarak tertentu kadang suara pembicara di suatu forum akan terlambat sampai ke telinga audience (khususnya audience bagian belakang). Jadi perlu sinkronisasi antara sumber suara (dalam hal ini mulut pembicara) dengan pendengar. Maka diperlukan alat untuk mensinkronkan yaitu efex delay yang kadang include di mixer audio (delay, reverb dsb) atau alat khusus.
      Hal yg lebih mudah dan sederhana dalam mengatasi delay yaitu dengan menambahkan speaker (selain FOH) di dekat audience mengaplikasi volume rendah sekedar penyambung suara speaker utama/FOH.
      Mohon maaf jika kurang memuaskan

  31. […] Audio Mixer ( belajar audio 1) […]

  32. Bagi rekan Operator-Sound yang ingin mendalami teori dan teknik pengoperasian berbagai alat sound (mixer, compressor, dlsb.) dapat mengikuti training di Sound System School (www.SoundSystemSchool.com)

  33. Mas triyanto,, saya bisa minta kontak anda ? Nomor hp atau pin BB
    Domisilinya dimana mas?saya surabaya-sidoarjo
    Saya tertarik mau menggunakan jasa mas triyanto,,
    Untuk live mix band ( band saya )
    Mungkin bisa invite saya di 22f92a71:D

  34. mas bisa tanya tentang soundsystem ga??
    seperti penggunaan mixer atau amplifier,,
    penting ni mas,,ini untuk pengaplikasian dimasjid..maklum orang yang lama dah keluar,jadi ane yang gantiin,tpi ane masih bingung..
    klo bisa bisa sms di no 085741073345…makasih banyak
    matur suwun

  35. ass.. mas tri, sy msh baru megang mixer audio’ sy dapat kendala apabila men setting audio full band ( alat musik ) terutama gitar acoustik, piano, bass. sering noise. sama klo lg ada persentasi di kantor sy, mslkan 5 mic. mic 1 suara vocal ny ngaleng, tp pda saat sy mute mic 4 & 5 suara vocal normal lg. mohon pencerahan mas. terimakasih.

    • maaf baru dibales ya.
      1. mas coba cek grounding untuk menghilangkan noise. cara sederhananya tarik kabel dan tempel pada salah satu baud body mixer, ujung kabel satunya dimasukin ke dalam tanah, tanah basah lebih baik, makin dalam makin baik.
      2. kasus mic agak membingungkan nih, apakah ada efek yg berkaitan antar canal mic di mixer? coba cek efek yg terintegrasi ke masing masing canal mic mas.

  36. Mas saya pemula yang inggin membangun SS yang mau saya tanyakan adalah bagaimana menghubungkan 1 mixer dengan 3 power Amplifier, adapun alat2nya adalah 1 unit mixer Behringre 12chanel, 1.Crosover Aktif dan 3 Power Amplifier, atas jawabanya saya ucapkan maturnuwun

    • Swbelumnya terimakasih sudah bertanya.
      Saya jawab semampu saya ya Mas Agus, sesuai apa yg saya tangkap dari pertanyaan Mas Agus.
      1. Semua input (mic, player musik dll) masuk Mixer
      2. (jika Amplie buat FOH) Main Out mixer masuk ke Cross over
      3. Cross over aktif biasanya memiliki beberapa out/keluaran sesuai frequensi, keterangan ada di manual book, kalo tidak ada, dari kiri ke kanan merupakan high frequensi, midle, dan paling kanan adalah low freq (arah dari kita, tangan kita)
      4. Jika sudah diketahui 3 freq tadi (high, middle, low), out masing masing freq masuk ke input power Ampli.
      5. Ampli dengan power paling besar diperuntukan buat low freq, lainnya menyesuaikan
      6. Volume power amplie posisi maksimal, control volume selanjutnya dari mixer
      Maaf saya belum sempat gambarkan. Terimakasih atensinya.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.442 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: