Kanvas Rear Disk Brake Pulsar 220 tidak PNP


Sudah setahun lebih si “Jalitheng” Pulsar 220 DTSi-F menemani hari-hariku, belum pernah riding jauh memang dan jarak tempuh tertera di odometer baru 13 ribu km lebih. Pada pekan lebaran kemarin saya kerja pulang pergi dari Karawang  (mondok di rumah mertua). Di pagi di hari yang ke 2 mau berangkat gawe  baru sadar bahwa kanvas depan habis, tersisa besinya saja. Saat motor di maju mundurkan keluar rumah terdengar bunyi sring, gesekan antara besi kanvas rem dengan disk brake.

dikit lagi jadi pisau cukur :D

Padahal biasanya mata saya awas dan teliti dengan perangkat wajib ini. Yah kecolongan, mungkin karena pemakaian kendaraan yang tidak biasa, speed dan jarak tempuh yang melebihi dari biasanya (170 km, biasanya cuma 30 km berangkat dan pulang) juga pemakaian rem depan yang lebih dominan sehingga habis lebih dulu.
Yang bikin keki adalah baru 3 hari lebaran yang berarti sebagian

besar bengkel masih tutup, kalopun ada yang buka paling bengkel umum yang belum tentu menyediakan part Bajaj Pulsar, tahu sendirikan part pulsar cukup sulit di dapat,  jangankan di bengkel umum di bengkel resminya saja belum tentu tersedia :sad:
Pagi itu motor tetap kupaksa mengantarku ke tempat gawe di Jakarta Utara (sudah 10 tahun menikmati lebaran tanpa libur) :sad: , dengan mengandalkan rem belakang karena jika rem di depan trtlalu dipaksakan takut besi kanvas memakan disk brake (sudah kelihatan bekas goresan besi kanvasnya)
Malamnya saya tidak balik ke Karawang tapi ke rumah di Cengkareng, dan paginya saya memakai si Pengendara langit biru (nama lebay buat Skydrive isteri) karena belum ganti disk brake Jalitheng. Baru keesokan harinya dapat info dari bro Rial Hamzah juragan Syndikat motor kalo Bengkel Resmi sudah buka.
Jumat pagi jelang siang meluncur ke Fontana Gunung Sahari, tampak baru berbenah, langsung saja ke Pasar Baru JAR Samanhudi. Ternyata antrian sudah mengular, akhirnya beli partnya saja buat pasang sendiri. Kutebus sekalian kanvas belakang (rear disk brake RDB) karena sudah tipis juga.

masih seret

Pemasangan kanvas depan tidak ada kendala berarti (saat mau bersihin piston ternyata kelepas dan oli rem kebuang, tinggal tambahin dan buang angin yang mengendap). Permasalahan muncul saat pasang kanvas rem belakang, harus bongkar ban, bahkan sampai lepas rantai dari gear belakang. Hal ini ketidak tahuanku bahwa kanvas belakang tidak plug n play, sehingga susah sekali saat memasang. Harus memapas kanvas bagian kiri, apakah ini berlaku untuk semua motor Pulsar 220 atau hanya pada Jalitheng motorku. Seolah kanvas kiri ( jika dilihat dari belakang,bagian kiri aliad kanvas yang statis) ketebalan, padahal jika dibandingkan dengan kanvas kanan (kanvas kanan adalah kanvas yang di dorong oleh piston) terlihat sama tebal.
Setelah berulang kali dicoba memasang gagal maka baru disimpulkan, kanvas kiri harus di papas dengan gerinda. Sekitar 1 mili dipapas, pasang lagi dan akhirnya roda belakang bisa terpasang, masih seret banget sebenarnya, tapi malas bongkar lagi. Akhirnya dibiarkan habis sendiri dimakan disk.
Setelah 2 minggu ini sudah normal lagi, tapi memang roda belakang Jalitheng agak seret jika diputar manual. Semoga bermanfaat. Wassalamu’alaikum

About these ads

21 Tanggapan

  1. katanya p220 memang ada 2 versi kampasnya
    p220 memang motor 200 an paling josssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssss

  2. kampas belakang si merah jg masih seret nih :D

  3. bukannya kamaps rem belakang kalo cakram itu pasti roda belakangnya seret yah muternya….
    yg nggak boleh seret muternya ya roda depan

  4. ganti tiger maning bae

  5. kurang perhatian tuh, ampe kampas habis…
    Bro untuk menjalin silaturahmi antar sesama, salam kenal dari Gombong Motor Community (GMC). untuk lebih lengkapnya kunjungi web kami di http://www.gombongmotorcommunity.com
    kalau boleh kita tukaran link
    Trim’s

  6. itu piston rem trlalu keluar hrs dtekan dulu kdalam.. g prl kikis kamvas..

  7. drung tau ganti. .kampas rem mburiku wutuh..ra tau dienggo km 35rb..

  8. wayahe ganti motuba kang. . . .
    kampas rem belakangnya pasti center

    keep brotherhood,

    salam,

  9. [...] Melihat (masa membeli) dealer yang makin bertambah di seputar Jabodetabek, menambah keyakinanku akan aftersales si Pulsar. Beberapa kali servis sesuai buku panduan juga minim masalah, Sepeda motor tidak ada keluhan. Bahkan saya merasakan kelebihan si Pulsar dibanding motorku sebelumnya, yaitu Honda Tiger Revo lansiran 2007. Suku cadang pertama yang saya ganti dari Jalitheng adalah bokhlam lampu utama yang mati pada jarak tempuh 5000 km. Di sinilah mulai ada keanehan, karena di dealer langganan ternyata barang kosong, beruntung bokhlam tersebut banyak substitusi (baca Solusi Bokhlam Putus Pada Pulsar 220). Masalah pertama terselesaikan. Selanjutnya ganti beberapa part seperti kabel gas dan kanvas rem, dealer ready stok. (baca Gas Spontan Pulsar220 dan Kanvas Rear Disk Brake Pulsar 220 tidak PNP). Aman [...]

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.058 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: