mbonceng motor ngangkang


Triyanto Banyumasan:

Secara kodrati wanita memang kurang feminim jika duduk ngangkang saat dibonceng sepeda motor, tapi seiring perkembangan zaman dan menilik masa dimana yang ada adalah Unta atau kuda, apakah dulu wanita naiknya menyamping ?
Seharusnya mentalitas personalnya yang diperbaiki agar lebih baik dalam berbusana, sehingga mau duduk menyamping maupun ngangkang tidak menimbulkan fitnah maksiyat.
Uji materi Undang undang ini penting. Masyarakat aceh atau LSM yang akan bertindak lebih dulu mengajukan keberatan tersebut ke MK

Originally posted on bodats the smartbastard:

foto: sportrider.com

foto: sportrider.com

Postingan ini dibuat kurang lebih 6 jam lalu saat sedang asyik miting dan ngupi sambil ngerumpi. Dan disetting untuk terbit pada pukul 22.30. Alasan lainnya karena sebenarnya postingan dibuat atas permintaan seorang rekan untuk menyikapi Perda di Nangroe Aceh Darussalam yang mengharuskan seorang wanita duduk menyamping ketika menjadi penumpang di sepeda motor, atau pembonceng. Sebenarnya sih sudah banyak media yang membahas dan mengkritisi ini, tapi okelah kita bahas, secara singkat saja.

Instruktur dan penggiat road safety manapun akan setuju bahwa menyamping saat menjadi pembonceng di sepeda motor berbahaya. Kenapa? Karena jika menyamping, maka keseimbangan si pengendara akan terganggu dan meningkatkan resiko kecelakaan. Dan jika terjadi kecelakaan, hampir dipastikan si pembonceng akan menderita luka lebih serius karena

View original 276 more words

About these ads

14 Tanggapan

  1. untuk alasan safety… saya tidak membenarkan

  2. aturan yang cuma berdasar adat

  3. sepda motor juga melanggar adat Jawa dan Islam, karena sejak dulu gak pernah ada motor dan motor membuat orang jadi ria. (sinisme) ;)

  4. assalamualaikum dab,,,kayanya ke MK nggih,,,cmiiw
    di daerah otonomi khusus, apa hirarkinya nyampe MK,,,
    (he3,,,tombol titiknya gi ngadat,,,mungkin karena dikasih bbm subsidi kali ya,,, :) )

  5. Klo saya setuju setuju saja brow… Karena cewek sekarang klo ngangkang suka kelewatan. sangat terkesen pingin pamer aurat. sorry-sorry tuse nich… pade ngumbar paha dan betis.

    • makanya di atas saya tulis agar memperbaiki mentalitas masyarakatnya.. artian mengenakan pakaian yang lebih sopan. andaikan duduk menyamping dengan pakaian minim ya sama saja.. meski aturan di Aceh mungkin tidak berkaitan dng syariat Islam…tp adat istiadat yg melarang berbusana dan bersikap seronok. jadi saya tidak setuju baik ngangkang maupun menyamping jika pakaian dan sikap si wanita masih seronik. mho

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.456 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: