Perihal Aturan Membonceng Mengangkang, Nih Salah Satu Solusinya

Reblogged from bodats the smartbastard:

Click to visit the original post

Postingan ini dibuat kurang lebih 6 jam lalu saat sedang asyik miting dan ngupi sambil ngerumpi. Dan disetting untuk terbit pada pukul 22.30. Alasan lainnya karena sebenarnya postingan dibuat atas permintaan seorang rekan untuk menyikapi Perda di Nangroe Aceh Darussalam yang mengharuskan seorang wanita duduk menyamping ketika menjadi penumpang di sepeda motor, atau pembonceng. Sebenarnya sih sudah banyak media yang membahas dan mengkritisi ini, tapi okelah kita bahas, secara singkat saja.

Read more… 314 more words

Secara kodrati wanita memang kurang feminim jika duduk ngangkang saat dibonceng sepeda motor, tapi seiring perkembangan zaman dan menilik masa dimana yang ada adalah Unta atau kuda, apakah dulu wanita naiknya menyamping ? Seharusnya mentalitas personalnya yang diperbaiki agar lebih baik dalam berbusana, sehingga mau duduk menyamping maupun ngangkang tidak menimbulkan fitnah maksiyat. Uji materi Undang undang ini penting. Masyarakat aceh atau LSM yang akan bertindak lebih dulu mengajukan keberatan tersebut ke MK

14 Tanggapan

  1. untuk alasan safety… saya tidak membenarkan

  2. aturan yang cuma berdasar adat

  3. sepda motor juga melanggar adat Jawa dan Islam, karena sejak dulu gak pernah ada motor dan motor membuat orang jadi ria. (sinisme) ;)

  4. assalamualaikum dab,,,kayanya ke MK nggih,,,cmiiw
    di daerah otonomi khusus, apa hirarkinya nyampe MK,,,
    (he3,,,tombol titiknya gi ngadat,,,mungkin karena dikasih bbm subsidi kali ya,,, :) )

  5. Klo saya setuju setuju saja brow… Karena cewek sekarang klo ngangkang suka kelewatan. sangat terkesen pingin pamer aurat. sorry-sorry tuse nich… pade ngumbar paha dan betis.

    • makanya di atas saya tulis agar memperbaiki mentalitas masyarakatnya.. artian mengenakan pakaian yang lebih sopan. andaikan duduk menyamping dengan pakaian minim ya sama saja.. meski aturan di Aceh mungkin tidak berkaitan dng syariat Islam…tp adat istiadat yg melarang berbusana dan bersikap seronok. jadi saya tidak setuju baik ngangkang maupun menyamping jika pakaian dan sikap si wanita masih seronik. mho

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.057 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: