Korban Jalur mudik


image

Syeh Quro Karawang, Sabtu siang, 28 Ramadan 1435H, macet total

Mudik atau pulang kampung jelang lebaran Idul Fitri merupakan agenda tahunan, bertemu keluarga, berkumpul setelah setahun berpisah menjadi semangat tersendiri bagi para pemudik. Tradisi, ya ada yang menyebut demikian. Sehingga bagi orang yang kontra dengan tradisi tersebut tidak melakukan pulang kampung halaman saat lebaran melainkan memilih hari lain. 

Sebagian masyarakat, mudik dilakukan karena inilah waktu yang tepat untuk berkumpul seluruh keluarga. Pemerintah dan sebagian perusahaan memfasilitasi dengan menetapkan libur lebaran cukup panjang, demikian juga dengan anak sekolah, libur lebaran sudah ada dalam jadwal kurikulum (cmiiw), hal inilah yang menjadi alasan sebagian masyarakat melakukan pulang kampung, mengendarai berbagai kendaraan, baik umum maupun pribadi, meski berbagai resiko karena membludaknya pengguna jalan, kurang dihiraukan.

Berita mudik paling terkenal adalah dari ibukota dan sekitarnya menuju jawa tengah – jawa timur. Hal ini menjadikan jalan di jalur tersebut menjadi perhatian khusus pemerintah, dalam hal ini Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya (DLLAJR) dan polisi lalu lintas. 

Seperti jalur Bekasi hingga Cikampek.

Jalan non tol mengalami perbaikan cukup lumayan, meski hanya bertahan beberapa bulan saja. Dan untuk memudahkan pemudik, beberapa titik putar arah ditutup. Jadi bagi anda yang melewati jalur Bekasi-Cikarang-Karawang (jalan ini merupakan dua jalur perboden yang dipisahkan pembatas jalan cukup tinggi dan lebar) akan kesulitan untuk berpindah jalur, anda memerlukan jarak cukup jauh untuk putar arah atau belok kanan ke jalur sebelah (lawan arah). 

Hal tersebut bagi saya merugikan atau merepotkan warga lokal yang beraktifitas sehari-hari di masa mudik menggunakan kendaraan pribadi  sebagai transportasi, baik mobil maupun sepeda motor. Untuk menuju atau kembali dari beraktifitas memerlukan jarak berkali lipat dibanding hari biasa.

image

Lompat pembatas jalan peeboden

image

Sempat ada pelanggar yg kepergok polantas, helmnya dikeplak

Penutupan putaran arah atau titik perpindahan jalur hampir di semua titik yang berjarak dekat satu sama lain.

Karena enggan bahkan mungkin bingung titik  berpindah jalur, sebagian warga akhirnya melompati pembatas jalan, yang jelas melanggar peraturan. Hal ini wajar karena saya berada pada posisi berlawanan arah dengan warga tersebut, titik berpindah jalur sungguh jauh. Bisa mencapai 5 sampai 10 km barangkali. 

Contoh penutupan pertigaan Tanjung Pura menuju Pasar Johar, Warga yang akan menuju Pasar Johar atau sekedar putar arah/belok kanan berpindah jalur tidak bisa karena diportal demi jalur pemudik, jadi semua kendaraan harus belok kiri masuk Jalan Lingkar Tanjung Pura.

image

Map : arah atas dari Jakarta

Seharusnya jika menuju Pasar Johar, setelah beberapa kilometer melewati jalan Lingkar tanjung Pura sampai Lamaran, warga bisa ambil kiri  ke Jalan Syeh Quro, selanjutnya belok kanan lewat kolong jalan lingkar Tanjung Pura. Jarak yang lumayan jauh, saat lalin normal mungkin waktu tempuh 30 sampai 45 mnit tapi di libur lebaran maka harus berjibaku dengan pemudik yang memadati jalan tersebut, mungkin membutuhkan waktu 1,5 jam sampai Lamaran. 

Repotnya lagi, masa mudik ini, sepeda motor yang melalui jalan Lingkar Tanjung Pura saat sampai Lamaran  akan diarahkan ke kiri masuk jalan Syeh Quro, di larang belok kanan langsung menuju Pasar Johar sebagaimana hari biasa. 

Demikian juga jalur antar Bekasi-Cikarang-Karawang berlaku hal yang sama. Putar arah atau berpindah jalur memerlukan jarak yang jauh. Barangkali perlu kebijakan lebih teliti dari penyelenggara jalan raya, agar tidak merugikan pengguna jalan yang mengakibatkan pelanggaran peraturan serta bisa mengakibatkan kecelakaan.
Sampai tulisan ini di publish malam ini, portal pada map di atas masih kokoh, beberapa titik di Cikarang portal dibongkar paksa oleh pengguna jalan.(tri)

About these ads

3 Tanggapan

  1. Sedoyo lepat, kulo nyuwun pangapuro…
    Mudik, Kang?

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.442 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: