Modifikasi, Mengatasi Jenuh


image

Saya kembali akrab dengan angkot

Kejenuhan, titik kulminasi pada hal tertentu baik benda maupun kegiatan. Misal kendaraan pribadi yang digunakan sehari-hari, seperti sepeda motor atau mobil.
Kiat paling mudah mengatasi jenuh berkendaraan pribadi adalah beralih ke kendaraan umum. Tidak harus terus menerus, sesekali saja jika kurang betah bisa beralih ke kendaraan pribadi kembali, begitu secara kontinyu.

Baca lebih lanjut

Riding Malam, Knalpot Bobokan Lebih Aman


Knalpot bobokan, sebagian wilayah di jawa menyebutnya knalpot blombong, adalah sebutan lain bagi knalpot ‘racing’.
Suara yang dihasilkan oleh knalpot model ini cenderung keras, bahkan beberapa memekakan telinga, karena suaranya melebihi batasan desibel yang nyaman didengar. Tanpa db killer tentunya.

image

Knalpot original pulsar terlalu silent

Judul di atas adalah anggapan saya setelah beberapa hari pergi pulang Jakarta-Karawang. Jalanan di libur lebaran pasca ‘era’ pemudik telah lewat, cukup lengang. Jalanan lega dan menggoda untuk high speed riding. Baca lebih lanjut

Suku Cadang Pulsar 220 Tidak Ada di Katalog Bajaj


image

Masih melanjutkan artikel sebelumnya, yaitu Banjir, Macet dan Kelistrikan Kendaraan dan Kerusakan Kendaraan tidak Sesuai Analisa Indikasi, yang berkisah kerusakan kendaraan saya Jalitheng Pulsar 220, paska menerjang banjir.
Di artikel sebelumnya sudah diservis di bengkel umum, analisa dari indikasi yang ada mengarah pada busi dan karburator. Keduanya sudah selesai diservis, tapi sepeda motor belum ada tanda-tamda membaik. Dugaan sempet mengarah pada CDI. Tapi nanti dulu. Ada part di dekat accu (aki) yang dicurigai jadi biang keladi. Merk OMRON ( type G8HL-1A4T-R 12VDC 120ohm) made in Thailand, berkaki 4 mirip relay tapi berukuran kecil jika dibanding merk BOSCH yang saya kenal. Di bengkel tersebut tidak tersedia part asing ini. Baca lebih lanjut

30rbKM Bersama Jalitheng


pulsar220 danau pluit

Jalitheng adalah nama yang saya berikan pada motorku, Bajaj Pulsar 220 DTSi-F. Sepeda motor yang dibeli pada bulan Juni 2011 ini sudah menempuh jarak 30 ribu kilometer lebih. Sedang saja, dengan umur pakai 2,5 tahun, jarak 30 ribu km sepertinya masih pendek. Maklum si Jalitheng hanya motor harian buat nguli, tidak pernah menempuh jarak jauh layaknya touring. Paling jauh adalah ke Sukabumi, dengan jarak tempuh sekira 150 km. Selebihnya bepergian dengan kisaran 100 km, seperti Cianjur, mudik Karawang dan sebagainya.

Baca lebih lanjut

Gas Pulsar “MBANDHANG”


“Mbandhang” dalam bahasa banyumas berkaitan dengan gas sepeda motor memiliki arti, gas motor yang menderu dengan sendirinya layaknya grip throtle diplintir. Jadi RPM naik layaknya choke sedang aktif.
Nah “Gas Mbandhang” juga dialami Jalitheng Pulsar220 ku layaknya saat autochoke bekerja. Normalnya autochoke bekerja saat temperature mesin dingin, di mana sensor akan memerintahkan tambahan asupan bensin ke karburator secukupnya (cmiiw). Ternyata sepulang gawe yang menempuh jarak sekira 15km, saat berhenti di depan rumah, mesin Jalitheng mengaum layaknya throtle gas ditarik, tidak mungkin autochoke bekerja karena mesin sedang panas. Saya pikir gas nyangkut, karena tali gas yang mulai “rantas” (putus sebagian).

image

Tali gas rantas

Baca lebih lanjut

Premium Top Up, Ban Gambhot, Boros


image

Beberapa waktu lalu saya menghitung konsumsi BBM Jalitheng Pulsar 220, Shell Super Extra (klik shell super extra top up) dan Pertamax Plus (klik pertamax plus top up). Nah berhubung dana BBM disunat untuk keperluan lain, saya beralih ke Premium, untuk memperbaiki kualitasnya saya tambahkan bio aditif Norival. Setelah ribuan kilometer memakai Type Gold, saya beralih ke type Platinum. Berdasarkan data spesifikasi di webnya (www.mynorival.com)
Baca lebih lanjut

Pertamax Plus Top Up


Beberapa waktu yang lalu saya menulis konsumsi BBM Jalitheng Pulsar 220 DTSi-F menggunakan Shell Super extra. Ada dua cara penghitungan yang saya lakukan yaitu sistem RES ( baca Shell Super Extra Res to Res) dan TOP Up (baca Shell Super Extra Top Up) . Setelah sekian lama memakai BBM Shell Super Extra, saya beralih kembali ke produk dalam negeri (bisa jadi Pertamina impor jadi sama saja) dari Pertamina yaitu Pertamax Plus. Sudah hampir 3 bulan Pulsar ku mengkonsumsi Pertamax Plus.

isi Full tank Pertamax Plus

isi Full tank Pertamax Plus

Baca lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.456 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: